MANAGEMENT OPRASIANAL KANDANG CLOSE HOUSE

Banyak sekali pertanyaan tentang bagaimana sebenarnya kandang close house dioprasikan……….

Sebelum membahas ini kita harus beri catatan bahwa alat yang dipakai sudah standart dan instalasi sudah benar….

Jangan kwatir kami menjual alat kandang close yang standart dan jasa pemasangan yang benar. silahkan hubungi kami 082333341149

Kembali ke judul topik bahasan

Konsep kendali microclimate closed house prinsipnya membagi kandang menjadi 3 zona.

1. Zona minimum ventilation
2. Zona Transisional
3. Zona Tunnel

1. Minimum Ventilation (MV)
Zona ventilasi ini berlaku pada masa brooding. Inti dari MV ini adalah udara harus bertukar, terutama untuk membuang kelembaban sekam dan sebagian kecil untuk kebutuhan pernafasan ayam, namun jangan sampai menciptakan drafting di tubuh ayam bayi. Sehingga prinsip dari MV adalah udara dibuang seminim mungkin, tapi jangan sampai ayam mati karena kurang oksigen, tapi utamanya menurut bbrp sumber valid, MV ini lebih digunakan untuk mengatasi kelembaban dan gas2 yang ditimbulkan oleh litter selama masa brooding. Ayam kecil tidak butuh pertukaran udara tinggi, yang butuh malah lantai sekamnya. Jadi, pertahankan tetap pelan dan kalau perlu tidak ada kecepatan samasekali (tapi kalau tidak ada kecepatan sama sekali ya gimana nuker udaranya ya?). Ayam kecil itu sangat amat sensitif terhadap pergeseran udara. 1 gram loss di 7 hari pertama, sama dengan kita loss 7-10 gram di usia 1.8kg up. Makin kecil ventilasi, makin baik. Tapi kalau kekecilan, ayam pada mati. Disinilah lahir konsep minimum ventilation

2. Transisi
pada zona transisi ini, ayam sudah memiliki sistem termoregulasi, tapi belum cukup kuat untuk dikenai angin secara langsung. Kondisi transisi intinya butuh debit udara yang (jauh) lebih besar dari mode MV, tapi tanpa pertambahan kecepatan udara yang signifikan. Ayam kecil dan nanggung, masih sangat rentan terhadap aliran udara langsung. Batasnya adalah usia ayam berbulu. Kalau bulu sudah terbentuk sempurna dan ayam sudah mulai megap-megap di zona transisi, maka mode ventilasi bisa diubah ke mode tunnel. Dari high debit low speed, diubah ke high debit, high speed. Supaya debit ngga salah konsep dengan mutasi debit-kredit, kita ganti istilah debit dengan airflow dan airspeed saja. Kalau di zona MV butuh airflow rendah dan airspeed rendah, maka di zona transisi ini butuh airflow tinggi tapi speed harus rendah. Intinya ini zona dimana ayam sudah lepas dari brooding (selesai sistem termoregulasi) namun belum siap terpapar kecepatan angin langsung. zona galau.

3. Tunnel.
Namanya juga lorong udara, pasti diciptakan untuk menghasilkan high airflow dan high airspeed. Mode tunnel dijalankan ketika mode transisi sudah tidak kuat, dan ayam-ayam telah dinilai mampu terpapar angin secara langsung. Mode tunnel tidak lain dan tidak bukan, dirancang untuk menciptakan chilling effect (alias penurunan temperatur chilling) setinggi2nya untuk mendapatkan efek pendinginan psikologis yang tepat. Suhu udara aktual boleh jadi 27 oC, tapi karena ada angin maka yang dirasakan ayam adalah 22 oC. Dalam mode tunnel, disarankan gunakan kecepatan angin untuk mendinginkan ayam, JANGAN COOLINGPAD kecuali sudah tidak ada cara lain. Ini bukan hoax. disarankan langsung oleh produsen COBB dan ROSS. Efek pendinginan psikologis karena angin, dampaknya 4x lebih kuat dibanding efek pendinginan dengan coolingpad.

Kesimpulannnya seperti grafik di bawah ini

 

Semoga artikel ini bermanfaat

Mau bikin atau up grade kandang close house jangan ragu hubungi kami 

082333341149 dan 087861478042

Iklan
Dipublikasi di ARTIKEL CLOSE HOUSE | Tag , , , | Meninggalkan komentar

PRINSIP PENGATURAN IKLIM / MANAGEMEN KANDANG CLOSE HOUSE

Sebelum kita bahas hal ini ada beberapa foto terkait kandang close house

Kembali lagi ke prinsip iklim didalam closedhouse. Closedhouse memiliki 2 (dua) unsur pengendali iklim penting, yaitu:
1. pengendali suhu
2. penukar udara

Sisanya (pencahayaan, jalur pakan otomatis, linedrink, dsb.) adalah faktor minor. Closedhouse ditujukan 100% untuk pembuatan iklim mikro yang tersekat penuh dari iklim luar

Dengan iklim mikro (dalam bangunan) yang terkendali penuh dari iklim makro (luar bangunan), maka kenyamanan ayam akan dapat maksimal, yang memberi dampak secara LANGSUNG pada efisiensi konversi pakan menjadi daging (FCR Rendah -> IP TInggi). (Sebagian) energi yang terkandung dalam pakan yang telah masuk ke tubuh ayam tidak lagi digunakan untuk metabolisme (“pembakaran”) tambahan guna menstabilisasi/menyamankan diri ayam terhadap lingkungan sekitar, karena proses ini sudah ditangani oleh mesin iklim di dalam closedhouse. Sehingga kebocoran energi dari pakan (untuk stabilisasi temperatur) dapat diminimumkan sehingga dapat fokus digunakan untuk pembentukan daging.

Hal ini jelas nampak pada pembesaran ayam terbuka dan ayam closedhouse. Pada ayam terbuka, pencapaian berat badan 2.0 kg rata-rata tercapai pada usia 37-40 hari. Sedangkan pada closedhouse yang benar, pencapaian berat yang sama dapat dilakukan pada usia 32-33 hari. Tentu saja ini penghematan pakan 5-6 hari dikalikan 150-180 gram per hari, per ekor.

Selain itu, closedhouse standar memiliki keunggulan dari segi densitas. Pada luasan yang sama, dan sama-sama berada dalam bangunan 2 (dua) tingkat. Closedhouse 350% – 420% lebih padat per m2 tanah-nya daripada kandang terbuka. Secara kasar, closedhouse mampu 4x lipat lebih padat dibanding kandang panggung terbuka.

Kepadatan kandang terbuka berkisar 14-17kg/m2, sedangkan kepadatan closedhouse berkisar antara 27-32kg/m2. Apabila ayam diasumsikan dengan berat terpanen 2.0kg, maka kandang terbuka antara 7-9 ekor/m2, sedangkan closedhouse berkisar antara 14-16 ekor/m2. Pada kandang terbuka (panggung), hanya lantai atas saja yang terisi ayam. Pada closedhouse, lantai atas dan lantai bawah sama-sama terisi. Atas memiliki kepadatan 2x, lantai bawah juga 2x. Sehingga secara kasar, closedhouse 4x lipat lebih padat (per m2 tanah) dibanding kandang panggung open, atau 2-2.5x lebih padat dari kandang open postal.

Berikut rantai dampak pengaturan iklim mikro pada closedhouse:
Iklim Mikro LANGSUNG berdampak pada FCR (Food Convertion Ratio = konversi pakan ke daging), sedangkan FCR adalah 70% faktor dari IP (Indeks Performansi) kandang ayam. Jadi bisa disimpulkan, iklim mikro menentukan 70% dari kesuksesan IP kandang ayam.

Akan saya bahas perihal FCR dan IP di lain posting. Sederhananya, closedhouse adalah sebuah teknologi produksi ayam yang langsung berpengaruh pada efisiensi konversi pakan menjadi daging (atau menjadi telur), dan pada akhirnya mampu melakukan penghematan besar-besaran di konsumsi pakan per ekor ayamnya. Penghematan ini dilakukan dengan cara meminimumkan kebocoran energi dari pakan, untuk metabolisme sekunder (energi untuk menyamankan tubuh ayam)

Kembali ke prinsip iklim dalam kandang close

Iklim mikro dalam closedhouse, dibangun melalui pengendalian suhu (pemanasan dan pendinginan ruang) dan pengendalian ventilasi (penukaran udara). Dalam prakteknya, pengendalian suhu dilakukan oleh sepasang alat yang dinamakan heater dan cooling pad. Sedangkan proses ventilasi dilakukan menggunakan exhaust fan.

Pemanas pada closedhouse, biasanya menggunakan sebuah mesin yang dinamakan central heater. Mesin ini biasanya berbahan bakar LPG (karena hasil pembakaran bersih dan ramah lingkungan) tetapi ada pula beberapa yang menggunakan oli (oil burner)

Mesin diatas (kotak silver) bernama central heater. Mesin ini menggunakan bahan bakar LPG dan bekerja secara otomatis. Apabila telah tercapai suhu maksimum yang di-set, maka central heater akan berhenti (melakukan pembakaran LPG). Apabila suhu kurang dari suhu minimum yang di-set, maka central heater akan otomatis menyala dan pembakaran LPG pun dimulai kembali. Cental heater standar memiliki kipas (sentrifugal) elektrik didalam boxnya yang berguna menyemburkan panas (hasil pembakaran LPG) ke lingkungan, yang arah semburannya dapat diatur menggunakan sirip-sirip deflektor semburan (pengaturan manual).

Mesin central heater ini adalah mesin untuk mengatur suhu dalam ruang closedhouse. Biasanya bekerja penuh pada saat masa brooding, yaitu masa ketika anakan ayam (DOC = day-old chick) masuk ke kandang sampai ayam berusia sekitar 15-17 hari (siap dilepaskan ke suhu ruang tanpa heater).

Satu lagi mesin yang tidak kalah pentingnya dalam pengendalian suhu, adalah coolingpad. Fungsi coolingpad prinsipnya berkebalikan dengan fungsi central heater. Apabila tugas central heater adalah memanaskan suhu ruang di dalam kandang, maka tugas coolingpad adalah menurunkan suhu ruang di dalam kandang. Coolingpad biasa bekerja efektif pada saat ayam dewasa.

Gambar diatas adalah gambar coolingpad. Coolingpad akan mendinginkan udara masuk menggunakan kucuran air yang dirembeskan ke pad selulosa. Air hasil kucuran akan ditampung menggunakan talang, kemudian di-pool pada suatu tandon air. Air tersebut kemudian di saring kemudian di re-sirkulasi untuk mendinginkan pad selulosa kembali.

Tujuan coolingpad adalah memaksa udara panas yang tersedot masuk ke dalam closedhouse (oleh exhaust fan di salahsatu ujungnya) untuk menguapkan lapisan air tipis pada pad selulosa. Ketika udara panas bersentuhan dengan lapisan air, maka akan terjadi pertukaran panas. Udara menjadi dingin, air menjadi lebih hangat dan sebagian berubah fasa menjadi uap air. Yang terjadi adalah udara masuk yang bersifat panas kering, akan masuk ke dalam ruang dalam kondisi (lebih) dingin dan lembab. Timbul efek pendinginan sekaligus kelembaban udara akan naik akibat proses yang terjadi di dalam coolingpad ini.

Kesimpulannya: central heater dan coolingpad, merupakan sepasang mesin yang lazim digunakan dalam closedhouse untuk mengontrol suhu dalam kandang. Ketika fasa ayam kecil, penggunaan central heater akan lebih dominan ketimbang coolingpad, demikian sebaliknya ketika fasa ayam besar maka penggunaan coolingpad akan dominan, sedangkan central heater biasanya sudah tidak dipakai (selepas fasa brooding selesai).

Komponen iklim yang kedua adalah mesin penukar udara. Secara praktek, mesin penukar udara ini berupa exhaust fan industrial.

erdapat banyak jenis exhaust fan. Ada yang biasa, ada yang memiliki corong. Namun apapun jenisnya, keduanya memiliki shutter yang bisa menutup. Fungsi shutter ini ada 2 (dua) macam:
1. Melindungi motor dan blade kipas terhadap hujan dan gangguan mekanis luar (saat kipas mati).
2. Menahan udara luar yang kotor (dari pembuangan kipas sebelahnya) agar tidak masuk kembali ke dalam kandang (melalui lubang kipas yang mati). Hal ini bertujuan agar satu-satunya jalan udara masuk ke dalam kandang hanya melalui coolingpad yang berada di ujung kandang yang lain.

Shutter (atau louvre) ini digerakkan secara mekanis oleh blade kipasnya sendiri menggunakan mekanisme kunci sentrufugal atau pemberat mekanis. Ketika blade fan mulai berputar, maka terdapat sebuah mekanisme (mekanik) yang akan mulai membuka shutter tersebut. Shutter akan terbuka secara maksimal saat kecepatan kipas juga mencapai top speed nya.

Ini adalah konsep standar mengenai closedhouse. Udara di dalam closedhouse digerakkan sepenuhnya menggunakan serangkaian exhaust fan. Aktifitas sedotan udara oleh exhaust fan ini akan menciptakan efek vakum (tekanan rendah, atau dikenal juga sebagai tekanan negatif) di seluruh ruang dalam kandang closedhouse. Kondisi ini memberi dampak paksa pada mengalirnya udara luar masuk ke dalam kandang melalui coolingpad.

Ini adalah profil (simulasi) dari sebuah lorong udara di dalam closedhouse berukuran 10m x 100m dengan ketinggian 2m (standar)

Dapat dilihat pada gambar:
Terdapat serangkaian exhaust fan di ujung kandang yang bekerja bersamaan untuk menyedot udara kotor keluar dari dalam kandang. Coolingpad dipasang di kanan dan kiri ujung kandang yang satunya. Udara luar dipaksa masuk ke dalam kandang (melewati coolingpad) akibat efek sedotan rangkaian exhaust fan.

Dengan demikian, selesailah sudah gambaran/konsep kandang ayam closedhouse secara umum. Kesimpulan yang dapat diambil adalah:
1. Kandanng Closed house adalah bangunan lorong udara dengan coolingpad di salahsatu ujung dan exhaust fan di ujung yang lain.
2. Pengaturan suhu kandang closed house dilakukan menggunakan sepasang mesin, yaitu mesin pendingin (coolingpad) dan mesin pemanas (central heater).
3. Pengaturan ventilasi (evakuasi udara kotor dalam kandang) dilakukan menggunakan serangkaian exhaust fan.

Sehingga dapat dikatakan bahwa: closedhouse adalah sebuah lorong udara aktif, yang memiliki kemampuan pengendalian temperatur udara yang berada di dalamnya.

Closedhouse bukan soal tempat pakan otomatis atau manual, juga bukan mengenai TMAO atau linedrink nipple. Kandang  Closed

house bukan soal pencahayaan menggunakan lampu LED atau lampu CFL dan bukan pula soal menggunakan central heater, oil burner atau gasolek (radiant heater). Closedhouse murni merujuk pada konsep iklim mikro dan bangunannya untuk meningkatkan efisiensi pakan menjadi daging setinggi mungkin, menekan kematian, mempercepat pertumbuhan bobot ayam yang akhirnya berujung pada hari produksi yang singkat, kepadatan yang lebih tinggi, penghematan pakan dan efisiensi produksi besar-besaran. Hanya saja, adanya alat-alat tersebut akan sangat membantu manajemen saat kandang closedhouse beroperasi.

SEMOGA BERMANFAAT

KAMI JUAL SEMUA ALAT KANDANG CLOSE HOUSE EXHAUST FAN COLLING PAD TEMTRON , TEMPAT PAKAN, TEMPAT MINUM NIPPLE BAIK UNTUK AYAM PEDAGING (BROILER) MAUPUN AYAM PETELUR (LAYER)

SILAHKAN HUBUNGI KAMI DI 082333341149 DAN 087861478042

Dipublikasi di ARTIKEL CLOSE HOUSE | Tag , , , | Meninggalkan komentar

KANDANG CLOSED HOUSE DAN MANFAT, KEUNTUNGAN DAN KEKURANGANNYA

APA ITU KANDANG AYAM CLOSE HOUSE?

Kandang ayam pada dasarnya terbagi dua. Iklim natural (openhouse) dan iklim terekayasa (close house). Di indonesia, kebanyakan kandang ayam masih berupa kandang ayam terbuka (iklim natural) yang masih mengandalkan topografis dan kondisi lingkungan baik berupa kandang panggung maupun kandang postal.

Permasalahan klasik yang terjadi di kalangan peternak rakyat yang masih menggunakan kandang terbuka adalah:
1. Permasalahan sosial (lalat, bau, pencemaran tanah, dsb)
2. Pemanasan Iklim Global (Global Warming)
3. Sulitnya mencari lokasi produksi dengan iklim makro yang pas (agar ayam nyaman)
4. Genetik ayam modern mulai tidak kompatibel dengan kandang ayam terbuka (ayam sekarang mudah mati jika dibesarkan di kandang terbuka)

Kebanyakan peternak di Indonesia, masih belum memahami bahwa terdapat sebuah teknologi yang sudah berkembang sejak tahun 80-an untuk membuat sebuah kandang ayam menjadi profitable dan dapat berkesinambungan dalam jangka panjang. Kandang tersebut bernama kandang tertutup atau dikenal di indonesia dengan nama CLOSE HOUSE.

Pada dasarnya, closedhouse adalah sebuah struktur bangunan untuk membesarkan ayam (bahasa kasarnya: kandang ayam) yang tertutup dan terisolasi dari segala kondisi iklim luar. Sesuai namanya, kandang tertutup itu benar-benar ditutup rapat kiri-kanan-atas-bawah kemudian dikondisikan iklim didalamnya menggunakan pasangan coolingpad dan exhaust fan.

Dengan adanya kandang tertutup, permasalahan sosial diatas nyaris dapat ditekan menuju nol (dihilangkan sama sekali). Pada densain close house yang benar, berbagai permasalahan sosial seperti bau, lalat dan pencemaran tanah, dapat dikendalikan sepenuhnya.

Sulitnya mencari lokasi yang cocok untuk ayam (kandang harus membujur timur-barat, hawanya dingin), kandang lama yang semakin panas (padahal dulu lokasinya sejuk) akibat dampak permasalahan iklim global dapat tertangani sepenuhnya dengan close house.

Genetik ayam yang baru pun mulai hanya kompatibel dengan close house. Dahulu ayam untuk mencapai 2kg membutuhkan 56-60 hari, saat ini strain broiler cobb yang terbaru mampu mencapai bobot yang sama dalam 30 hari. Demikian juga dengan petelur. Adanya genetik ayam yang baru ini (dan mulai beredar di indonesia) membuat beternak ayam semakin sulit akibat modernisasi genetik ayam yang semakin tidak kompatibel dengan kandang-kandang yang hanya memanfaatkan ventilasi alami/natural/open house.

Pendidikan yang tinggi juga semakin membuat penduduk merasa kritis terhadap pencemaran lingkungan yang diakibatkan kandang terbuka. Sehingga secara sederhana, dapat disimpulkan bahwa close house merupakan satu-satunya jalan keluar peternakan ayam di indonesia dalam kondisi yang semakin terjepit ini.

Pengendalian terhadap iklim dalam kandang (iklim mikro) untuk mengatasi kompatibilitas genetik ayam dan tantangan global warming, sekaligus kendali terhadap limbah dan lalat guna mengantisipasi potensi konflik sosial hanya bisa dicapai pada close house. Kandang close house merupakan cara yang paling menguntungkan bagi peternak indonesia di saat ini apabila ingin tetap melanjutkan usaha di bidang peternakan ayam baik pedaging maupun petelur.

Namun, walau merupakan solusi primer bagi peternak ayam Indonesia, kandang close house memiliki 3 (tiga) kelemahan dasar, yaitu:
1. Mahal
2. Serakah Daya Listrik (membutuhkan daya listrik sekitar 1.5 watt 3-phase per ekor)
3. Membutuhkan Driver Iklim Terlatih.

Oleh karena itu, di kelas desain ini, kita akan mempelajari satu-persatu mengenai bagaimana cara merancang close house standar mulai dari coolingpad, lampu, pemasangan kipas, desain bangunan, hingga penyediaan energi listrik dan semoga bisa mencapai animal wealthfare nya.

Sumber : Kelas Desing close house APAI (asosiasi peternak ayam Indonesia)

KAMI JUAL SEMUA ALAT KANDANG CLOSE HOUSE EXHAUST FAN COLLING PAD TEMTRON , TEMPAT PAKAN, TEMPAT MINUM NIPPLE BAIK UNTUK AYAM PEDAGING (BROILER) MAUPUN AYAM PETELUR (LAYER)

SILAHKAN HUBUNGI KAMI DI 082333341149 DAN 087861478042

 

 

Dipublikasi di ARTIKEL CLOSE HOUSE | Tag , , , , , , , , , , , | Meninggalkan komentar

CARA MENGHITUNG KAPASIATAS BLOWER ATAU KIPAS PADA KANDANG CLOSE HOUSE

Setelah lama tidak posting artikel kali ini kami akan membahas hal yang prinsip dalam kandang close house baik untuk ayam pedaginng atau potong atau kandang disebut ayam broiler naupun ayam petelur atau layer yaitu “CARA MENGHITUNG KAPASITAS KIPAS ATAU BLOWER”

Hal ini sangat penting karena prinsip utama dalam kandang close adalah aliran udara (mekanika fluida), dimana kipas atau blower merupakan alat utama untuk menghisap udara..

Kapasitas atau daya kerja kipas atau blower sangat perlu untuk diketahui atau diukur karena hal ini terkait dengan jumlah kipas yang diperlukan dalam satu kandang. Walaupun pabrikan telah mengeluarkan standart daya kerja kipas atau blower.

Akan tetapi standart ini dipakai pada voltase yang telah ditetapkan, sedang pengalaman lapangan tidak selalu sama.

 

CARA MENGHITUNG KAPASITAS KIPAS ATAU BLOWER

Alat yang digunakan dalam hal ini adalah anemometer.

Adapun cara melakukannya adalah dengan cara menempelkan anemomer pada kkipas seperti gambar dibawah

 

Kemudian diukur pada 9  titik seperti pada ilustrasi berikut

 

Setelah itu daya kerja kipas bisa kita hitung dengan ilustrasi sebagai berikut

Dengan cara diatas kita bias mengetahi daya kerja kpas atau blower yang kita pakai dalam 0 pascal atau tanpa hambatan, sedangkan dalam kandang pasti ada hambatan. ini akan kita bahas lain kali.

dengan diketahuinya daya kerja kipas atan Exhaust Fan atau blower maka kita bisa menentukan julah kipas atau blower yang akan kita pakai dalam 1 kandangnya.
denngan bekal ini kita juga bisa menghitung jumlah colling pad atau celldeck yang kita butuhkan.

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal maka perhitunngan daya kerja kpas atau blower pada kandang close house sangat diperlukan.

Semoga artikel yang singkat ini bermanfaat Aamiin

 

SEMOGA SUKSES

KAMI MENYEDIAKAN SEMUA PERALATAN KANDANG CLOSE HOUSE, TEMPAT PAKAN AYAM, TEMPAT MINUM AYAM, PEMANAS DAN ALAT PENUNJANG LAINNYA

MUTU, DAN LAYANAN PRIORITAS KAMI

JANGAN RAGU HUBUNGI KAMI 082333341149 DAN 087861478042

 

Dipublikasi di ARTIKEL CLOSE HOUSE | Tag , , , | Meninggalkan komentar

MANAJEMEN CLOSE HOUSE “RESIKO PENGUNAAN COOLING PAD : DEW POINT”

Penggunaan cooling pad pada kandang tertutup selain dapat menurunkan suhu dan beresiko menaikkan kelembaban, juga memiliki resiko basahnya liter yang disebabkan oleh adanya dew point atau saturation point.

Dew point adalah titik suhu dimana akan mengakibatkan terjadinya pengembunan pada kelembaban tertentu.

Oleh sebab itu, pemahaman dew point atau saturation point sangat penting untuk diketahui oleh semua yang terlibat dalam operasional kandang tertutup agar mampu menghindari terjadi penggumpalan litter akibat litter yang basah.  Litter yang basah juga dapat meningkatkan terjadinya kenaikan kadar amoniak.

Untuk memudahkan operasional evaporating sistem dilapangan, dipaparkan grafik dew point sebagai berikut :

Contoh :

Jika ada udara dengan kelembaban 80% dengan suhu 300C maka akan terjadi proses pengembunan (dew) jika udara tersebut menyentuh permukaan/udara pada suhu 26,160C.

Penjelasan sederhana dapat kita lihat peristiwa pengembunan pada botol minuman dingin ditempatkan pada udara suhu lebih panas dari suhu minuman.  Atau pada peristiwa pengembunan pada kaca kendaraan ketika hujan tiba.  Mengapa hal ini bisa terjadi ?.

Karena mengembun (dew) adalah proses fisika dimana air dalam wujud gas melepaskan ”panas” nya sehingga menjadi ”zat cair”.

Bagaimana uap tadi bisa melepas panas?, ya karena ”menempel” pada benda yang dingin.  artinya begitu uap air menyentuh benda dingin, maka ”panas” uap air itu ”pindah” ke benda dingin tersebut.

SUMBER : http://pengetahuanayampraktis.blogspot.co.id/2015/05/bagaimana-mengoperasikan-kandang-close.html

Dipublikasi di ARTIKEL CLOSE HOUSE | Meninggalkan komentar

MANAJEMEN CLOSE HOUSE : MEMAHAMI IN-LET, OUT-LET DAN STATIC PRESSURE

 

In-let merupakan tempat masuknya angin sedangkan out-let merupakan tempat keluarnya angin. Jika luas in-let dikurangi akan menaikkan kecepatan angin dan meningkatkan static pressure.

Sebaliknya jika luas in-let di perluas akan menurunkan kecepatan angin dan sekaligus menurunkan static pressure.

Apa yang dimaksud Static pressure ? Baca lebih lanjut

Dipublikasi di ARTIKEL CLOSE HOUSE | Tag | 2 Komentar

Kandang Petelur (antara close house dan kandang terbuka)

Kandang close house untuk kondisi cuaca di tanah air merupakan satu kebutuhan mengingat cekaman panas yang cukup tinggi. Yang menjadi pertanyaan adalah apakah kandang close house biaya pembuatannya sangat tinggi?

Pada postingan kali ini kami akan sedikit bahas komparasi biaya pembuatan kandang close house dengan kandang terbuka untuk ayam petelur.

kandang close petelur

Pertama kita lihat komponen peralatan apa saja yang ada pada kandang terbuka dan kandang tertutup.

Untuk kandang terbuka peralatan kandangnya antara lain :

  • kandang battery
  • nipple / tempat minum
  • tempat pakan

Untuk kandang tertutup peralatan kandangnya antara lain  :

  • kandang battery
  • nipple / tempat minum ayam
  • tempat pakan ayam
  • blower / exshaust fan
  • colling pad / celldeck
  • temtron
  • curt o matic
  • hand winch
  • panel listrik

sepintas terlihat bahwa biaya kandang close house akan sangat tinggi dibanding kandang open untuk ayam petelur. akan tetapi kalu kita detailkan ternyata kandang close tidaknya terlalu mahal sebagai gambaran untuk kandang close ukuran battery yang dipakai ukuran 70 x 160 terdiri dari 4 sekat dengan kapasitas ayam 4 ekor. sedangkan untuk kandang open ukuran battery 120 x 61 terdiri dari pintu untuk delapan ekor.

Dari ukuran battery terlihat adanya effesiensi penggunaan nippel dan talang pakan . Untu7k kandang close 1 nipple bisa untuk 4 ekor sedang open 1 nipple untuk 4 ekor.

Dari hitungan kami saat ini peralatan kandang open untuk senilai 20.560 per ekor, sedangkan untuk kandang close bervariasi semakin tinggi populasi semakin murah. Untuk populasi 7000 ekor kebutuahn alat kandang lengkap diangka 25,000 per ekor. Untuk 20.000 ekor senilai 20.750 per ekor.

Disamping keuntungan teknis yang sangat menunjang produksi an effisiensi pakan kandang close  mempunyai keuntungan biaya kontruksi per ekor lebih murah, karena kepadatan kandangnya lebih tinggi

Untuk informasi lebih lanjut silahkan hubungi kami di 082333341149 atau 087861478042

KAMI MENJUAL SEMUA PERALATAN KANDANG AYAM  DENGAN KUALITAS PRIMA, JANGAN RAGU HUBUNGI KAMI DI 082333341149 ATAU 087861478042 

 

 

Dipublikasi di ALAT KANDANG AYAM PETELUR, ALAT KANDANG CLOSE HOUSE, ARTIKEL CLOSE HOUSE | Tag , , | 2 Komentar